Tuesday, December 4, 2012

Resume IFRS


RESUME SEMINAR NASIONAL 2012
IFRS FOR ACCOUNTING “EASY TO COMPREHEND, EASY TO IMPLEMENT”
IFRS atau International Financial Reporting Standars merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB) dan sudah digunakan lebih dari 100 negara di dunia termasuk Cina, Hongkong, Rusia, dan negara – negara Eropa dibawah yuridiksi Uni Eropa.
Standar Setter di Indonesia sendiri disusun oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN), Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK), Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) dan technical staff.
Tujuan IASB
·         Mengembangkan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dimengerti, yang transparan, dan comparable information untuk membantu pelaku pasar modal berbagai dunia dan pengguna lainnya dalam mengambil keputusan ekonomi.
·         Mendorong penggunaan dan penerapan yang ketat dari standar tersebut
·         Untuk memenuhi kebutuhan 1 dan 2 di atas, harus memperhitungkan kesesuaian kebutuhan khusus dari entitas kecil dan menengah dan negara – negara berkembang
·         Membawa konvergesi standar akuntansi dengan IFRS sebagai solusi berkualitas tinggi
Dengan adanya IFRS ini mendatangkan sejumlah manfaat antara lain: memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar Akuntansi Keuangan atau enchance comparability, meningkatkan arus investasi global melalui transparasi, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penggalangan dana melalui pasar modal secara global dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan yang sekarang tidak perlu membuat dua laporan keuangan.
Adapun latar belakang adanya konvergensi IFRS adalah karena konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum dan untuk memenuhi kebutuhan yang dapat memudahkan perusahaan dalam melakukan aktivitas secara internasional. Selain itu standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu negara ikut serta dalam bisnis internasional. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua negara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis.
Laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, maka dari itu diperlukan adanya konvergensi IFRS.
Target konvergensi IFRS di Indonesia adalah merivisi PSAK signifikan sesuai dengan IFRS per 1 Januari 2009 yang akan efektif pada 2011 atau 2012. Dalam rangka mencapai target tersebut DSAK IAI menggunakan pendekatan big bang. Pada tahun 2012, laporan keuangan berdasarkan SAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berbasis IFRS.
Konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan secara bertahap. Di mulai pada tahap adopsi pada tahun 2008 – 2011 yaitu meliputi kegiatan adopsi seluruh IFRS ke PSAK, Persiapan infrastruktur yang diperlukan dan evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. Kemudian tahap persiapan akhir yang dilakukan pada tahun 2011 yaitu penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan. Tahap terakhir adalah implementasi pada tahun 2012 yang meliputi penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Karakteristik IFRS :
·         Penerapan principle bae dalam semua standar
·         Principle based meliputi : memperkecil kemungkinan rekayasa keuangan, lebih mengedepankan unsur substansinya.
·         Laporan keuangan sudah tidak menggunakan hstorical cost, namun mengarah ke fair value yang lebih relevan
·         Pengungkapan lebih luas
·         Pengendalian
·         Resiko dan manfaat
Entitas pengguna PSAK berbasis IFRS adalah perusahaan go publik, entitas di bawah pengawasan Bapepam-LK, dan badan usaha milik negara (BUMN).
Analisis dampak konvergensi adalah pengukuran :
1.      Peningkatan penggunaan nilai wajar
Standar IFRS condong ke pengguna nilai wajar terutama untuk properti seperti investasi, beberapa aset tak berwujud, aset keuangan.
2.      Penggunaan estimasi dan pertimbangan profesional
Karena karakteristik IFRS lebih berbasis prinsip, akan lebih banyak dibutuhkan “judgement” untuk menentukan bagaimana suatu transaksi keuangan dicatat.
3.      Analisa laporan keuangan
4.      Bagian yang tidak terpisahkan dalam bisnis
5.      Perlakuan akuntansi dalam menyusun laporan keuangan
6.      Persyaratan pengungkapan yang lebih banyak dan lebih rinci
IFRS mensyaratkan pengungkapan berbagai informasi tentang resiko baik kualitatif maupun kuantitatif, seperti :
-          Resiko kredit, likuiditas, tingkat bunga, nilai tukar dan harga (PSAK 50 & PSAK 60)
-          Aset identifikasi dan imbalan intijensi (PSAK 22)
-          Pihak – pihak berelasi (PSAK 7)
Pengungkapan dalam laporan kuangan harus sejalan dengan data informasi yang dipakai untuk pengambilan keputusan yang digunakan oleh manajemen.
bgaimana dan mngapa perusahaan listing hrs membuat lap keu yg mengacu konvergensi IFRS
Perusahaan listing harus membuat laporan keuangan yang mengacu kepada IFRS karena Eropa mengembangkan pemakaian IFRS yang dapat digunakann di negara berkembang, dunia usaha menjadi lebih global dan mulai menyadari pentingnya membangun standar umum di segala bidang financial reporting, dan saat ini sistem IFRS telah digunakan di lebih dari 100 negara di dunia.
Implementasi perusahaan listing di Indonesia sendiri dilakukan dengan menghadapi tantangan berat pengadobsian full IFRS, menggunakan laporan keuangan yang mengacu kepada IFRS disamping menggunakan standar akuntansi yyang berlaku di Indonesia dan karena IFRS telah di akui secara global maka pelaksanaan terhadap perusahaan akan meningkatkan kepercayaan investor dan pemahaman mengenai laporan keuangan.
Dampak penerapan PSAK – IFRS terhadap standar audit di Indonesia adalah tanggal berlaku efektif entitas dengan kepentingan publik – audit atas laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013 dan entitas selain entitas dengan kepentingan publik yaitu audit atas laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014.
Berikut hal – hal signifikan yang berdampak pada proses audit, yakni :
1.      Dokumentasi audit
2.      Audit atas estimasi akuntansi
3.      Evaluasi atas kesalahan penyajian
4.      Penggunaan pekerjaan pakar auditor
5.      Audit atas pihak berelasi
6.      Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
7.      Audit atas laporan keuangan grup

No comments:

Post a Comment