Tuesday, December 4, 2012

Perbandingan Sistem Bisnis Indonesia dan Amerika Serikat

Ini tugas Pengantar Bisnis yang dikerjakan kelompok (saya, deandra, dea annisa, yoggi, hira)


SISTEM BISNIS
AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA

Sebuah metode  prosedur atau proses yang digunakan sebagai pengiriman mekanisme untuk menyediakan barang-barang tertentu atau jasa kepada pelanggan . Sistem bisnis adalah sederetan aturan, prosedur, metode dan alur data dan proses yang ada dalam suatu unit bisnis. Sistem yang baik akan memungkinkan sebuah bisnis dapat beroperasi secara institusional, tanpa ketergantungan dengan orang-orang tertentu dalam organisasi bisnis yang bersangkutan. 
Tujuan bisnis :
Prospek memperoleh laba : selisih antara pendapatan dan pengeluaran bisnis yang mendorong orang untuk membuka dan memperluas bisnis.
Laba mengimbali pemilik untuk mengambil resiko yang tercakup dalam menginvestasikan uang dan waktu mereka.
Bisnis memproduksi sebagian besar barang dan jasa yang dikonsumsi orang dan mempekerjakan banyak orang.
1.    Tipe Sistem Perekonomian
Amerika
Bentuk bisnis Amerika telah beberapa kali berevolusi selama beberapa abad ini, yaitu Revolusi industri yang timbul pada pertengahan abad ke-18, menciptakan adanya sistem pabrik yang membuat bahan dan pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan mesin-mesin baru yang dibutuhkan untuk produksi massal berkumpul dalam satu tempat. Abad ke-19 menjadi solusi peningkatan wirausahawan dalam skala besar, dan bisnis Amerika Serikat menganut filosofi laissez-faire.
Laisses-faire adalah prinsip yang menyatakan bahwa pemerintah hendaknya tidak mencampuri perekonomian melainkan harus membiarkan bisnis berlaku tanpa adanya regulasi. Hasil dari perkembangan perusahaan dan peningkatan sistem produksi tersebut harus dibayar dengan hilangnya kebebasan pekerja. Hasil dari perkembangan perusahaan dan peningkatan sistem produksi tersebut harus dibayar dengan hilangnya kebebasan pekerja. Seiring hilangnya kebebasan pekerja, maka terjadilah perubahan era yang dinamai era produksi. Era produksi menjadi solusi bangkitnya serikat buruh dan dimulainya regulasi oleh pemerintah. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, timbul lagi era baru yang disebut era pemasaran. Di era ini, produsen barang dan jasa mulai mencari tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan dan kemudian menyediakannya.
Pada tahun 1980-an, muncul fenomena ekonomi global. Yang menyebabkan adanya perbaikan dalam sistem komunikasi dan transportasi.
Perbaikan tersebut menular kepada metode internasional yang lebih efisien dalam pembiayaan, produksi, distribusi, dan pemasaran produk dan jasa secara bersama-sama.
Dengan adanya perbaikan tersebut, maka muncul satu era yang dipicu oleh internet. Era tersebut dinamai era informasi.
Perkembangan dalam era ini memberikan dorongan dalam perdagangan di semua sektor ekonomi, khususnya di bidang jasa.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.
§  Seluruh kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
§  Masyarakat bebas berusaha, berinovasi, dan berkreativitas dalam melakukan kegiatan ekonomi.
§  Hak milik perorangan diakui.
§  Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba sebesar-besarnya (profit oriented).
§  Keikutsertaan pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat dibatasi.
§  Adanya persaingan antarpengusaha dalam mengejar keuntungan.
§  Harga-harga yang terjadi ditentukan oleh kekuatan pasar.
Dengan ciri-ciri di atas maka sistem ekonomi liberal memiliki kebaikan dan keburukan. Kebaikan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.

§  Adanya kebebasan berusaha, berinovasi, dan berkreativitas dalam melakukan kegiatan ekonomi.
§  Persaingan antarpengusaha mendorong kemajuan teknologi.
§  Hak milik perorangan diakui.
Adapun keburukan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.

§  Bisa menimbulkan penindasan (eksploitasi) oleh manusia kepada manusia.
§  Adanya jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin karena tidak adanya pemerataan pendapatan.
§  Banyak timbul praktik monopoli yang merugikan masyarakat.
Indonesia
Perkembangan sistem perekonomian Indonesia
Sejak negara Republik Indonesia berdiri, sudah banyak tokoh negara yang telah merumuskan perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik secara individu maupun kelompok. Sebagai contoh bung hatta sendiri, semasa hidupnya beliau mencetuskan ide bahwa dasar perekonomian indonesia sesuai dengan cita – cita tolong menolong. Demikian juga dengan tokoh ekonomi indonesia saat itu, Sumtro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika pada tahun 1949 menegaskan bahwa yang dicita – citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila yang didalamnya mengandung unsur yang disebut demokrasi pancasila.
Meskipun awal perkembangan perekonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin “campuran” namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dala perekonomian Indonesia.
Setelah orde baru, mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang di inginkan rakyat indonesia. Para wakil rakyat sepakat kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai yang tercantum dalam UUD 1945. Kegiatan ekonomi selanjutnya didasarkan pada acuan sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi pancasila.

a. Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi
Berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonomi demokrasi.
1)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2)      Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
3)      Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
4)      Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
5)      Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.


b . Ciri-Ciri Negatif Sistem Ekonomi Demokrasi
Selain memiliki ciri-ciri positif, sistem ekonomi demokrasi juga mempunyai hal-hal negatif .
1)      Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang dapat menumbuhkan eksploitasi
2)      Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3)      Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Dengan demikian perekonomian Indonesia tidak mengizinkan adanya :
1.    Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.
2.    Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja
3.    Monopoli,suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keingian sang monopoli. Disini konsumen seperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.


2.    Pendapatan Perkapita Amerika Serikat dan Indonesia

Tahun
Income Perkapita (US$)
2006
1.660,00
2007
1.946,00
2008
2.271,20
2009
2.590,10
2010
3.004,9
2011
3.550,00


Tahun
Income Perkapita Indonesia
2006
46,240
2007
46,840
2008
47,660
2009
46,330
2010
47,140

3.     Kebudayaan dan Etika Bisnis Amerika Serikat dan Indonesia
Orang Amerika bekerja sangat struktural. Pemimpinnya menyukai hal yang terorganisasi dengan baik dan mempunyai rencana yang baik. Pemimpin selalu membuat panduan mengenai hal-hal apa saja yang dilakukan sebelum, saat dan sesudah sebuah pekerjaan/proyek. Pemimpin juga menyiapkan seluruh template yang diperlukan dari awal hingga akhir proses. Setiap karyawan harus mengikuti panduan tersebut sehingga setiap karyawan akan melalui proses yang sama. Hal ini juga memudahkan setiap karyawan dalam melakukan pekerjaannya serta dapat lebih terlihat kemajuan di setiap tahapan sebuah proyek. Disamping itu, akan lebih mudah bagi karyawan lain untuk melanjutkannya proyek tersebut apabila yang bersangkutan berhalangan karena semuanya teratur sesuai panduan yang ada serta terdokumentasi.

Pemimpin di Amerika juga sangat team-work oriented. Apabila mereka memiliki proyek, mereka akan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan tim yang mungkin terlibat dalam proyek tersebut. Mereka akan duduk bersama mendiskusikan bagaimana mereka akan mengeksekusi proyek tersebut dan juga menentukan time frame-nya. Pada saat proyek tersebut berjalan mereka akan mengevaluasi kemajuan yang telah mereka buat di setiap tahapannya.

Dapat dilihat ciri khas orang Amerika cenderung practical personal. Mereka bukan tipe analisis. Mereka tidak banyak menghabiskan waktu untuk menganalisa sesuatu tetapi cenderung untuk segera mempraktekkannya dan membuat berbagai rencana/tindakan antisipasi apabila yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan/direncanakan. Namun hal ini tidak berarti tidak melakukan analisis dan persiapan dengan baik.

Indonesia kiranya harus belajar akan hal ini. Belajar untuk melakukan pekerjaan secara terstruktur dan baik. Belajar bahwa panduan dan template yang disiapkan sebelum proyek dimulai sangat penting. Semua hal itu dapat membantu untuk lebih fokus dalam mencapai target pekerjaan.

Ciri khas lain dari karakter orang Amerika adalah pemimpin selalu berusaha membuat tim kerjanya bisa menggunakan waktu dengan efektif karena buat mereka waktu adalah sesuatu yang berharga. Mereka sangat disiplin dan selalu membuat perencanaan untuk semua kegiatannya.
Kepemimpinan Amerika yang demokratis membuat mereka terbiasa menghargai setiap pendapat bawahannya. Hal ini membuat para karyawan menjadi sangat ekspresif dan aktif dalam menyampaikan ide dan opininya dan sebaliknya para pemimpinnya juga sangat terbuka dengan ide dan opini karyawannya dan lebih mudah menerima perbedaan. Ketika mereka memiliki sesuatu yang ingin disampaikan atau rasakan mereka akan menyatakannya secara langsung (straight to the point). Bagi mereka lebih baik berterus terang diawal sekalipun untuk hal yang terburuk, agar mereka dapat memikirkan tindakan antisipasinya atau mencari alternatif rencana lainnya.
Orang Amerika memiliki etos kerja yang berbeda dengan kebanyakan orang di Indonesia. Mereka bekerja keras sungguh – sungguh dan terus – menerus. Kepemimpinan Amerika terbiasa bekerja cepat untuk menyelesaikan segala sesuatunya. Bagi mereka kemalasan adalah musuh utama.

4.    Kesimpulan
Sistem bisnis dapat diartikan sebagai urutan / tahapan sistematis yang terdiri dari komponen – komponen yang saling berinteraksi dalam memproduksi barang/jasa untuk mememnuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari – hari.
Elemen – elemen dalam sistem bisnis meliputi : konsep bisnis, faktor produksi (modal, material, SDM, dan skill), tipe sistem ekonomi, demand and supply, kompetisi perusahaan dan perkembangan bisnis dalam pasar ekonomi.
Sistem bisnis yang dijalankan oleh Indonesia ternyata memiliki perbedaan dengan sistem bisnis di luar negeri, yang dalam makalah ini sebagai pembanding adalah Amerika Serikat.
Adapun perbedaan – perbedaannya dapat dilihat dari segi :
1.     Tipe sistem perekonomian
2.     Pendapatan per kapita
3.     Kebudayaan dan etika bisnis

Resume IFRS


RESUME SEMINAR NASIONAL 2012
IFRS FOR ACCOUNTING “EASY TO COMPREHEND, EASY TO IMPLEMENT”
IFRS atau International Financial Reporting Standars merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB) dan sudah digunakan lebih dari 100 negara di dunia termasuk Cina, Hongkong, Rusia, dan negara – negara Eropa dibawah yuridiksi Uni Eropa.
Standar Setter di Indonesia sendiri disusun oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN), Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK), Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) dan technical staff.
Tujuan IASB
·         Mengembangkan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dimengerti, yang transparan, dan comparable information untuk membantu pelaku pasar modal berbagai dunia dan pengguna lainnya dalam mengambil keputusan ekonomi.
·         Mendorong penggunaan dan penerapan yang ketat dari standar tersebut
·         Untuk memenuhi kebutuhan 1 dan 2 di atas, harus memperhitungkan kesesuaian kebutuhan khusus dari entitas kecil dan menengah dan negara – negara berkembang
·         Membawa konvergesi standar akuntansi dengan IFRS sebagai solusi berkualitas tinggi
Dengan adanya IFRS ini mendatangkan sejumlah manfaat antara lain: memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar Akuntansi Keuangan atau enchance comparability, meningkatkan arus investasi global melalui transparasi, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penggalangan dana melalui pasar modal secara global dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan yang sekarang tidak perlu membuat dua laporan keuangan.
Adapun latar belakang adanya konvergensi IFRS adalah karena konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum dan untuk memenuhi kebutuhan yang dapat memudahkan perusahaan dalam melakukan aktivitas secara internasional. Selain itu standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu negara ikut serta dalam bisnis internasional. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua negara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis.
Laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, maka dari itu diperlukan adanya konvergensi IFRS.
Target konvergensi IFRS di Indonesia adalah merivisi PSAK signifikan sesuai dengan IFRS per 1 Januari 2009 yang akan efektif pada 2011 atau 2012. Dalam rangka mencapai target tersebut DSAK IAI menggunakan pendekatan big bang. Pada tahun 2012, laporan keuangan berdasarkan SAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berbasis IFRS.
Konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan secara bertahap. Di mulai pada tahap adopsi pada tahun 2008 – 2011 yaitu meliputi kegiatan adopsi seluruh IFRS ke PSAK, Persiapan infrastruktur yang diperlukan dan evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. Kemudian tahap persiapan akhir yang dilakukan pada tahun 2011 yaitu penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan. Tahap terakhir adalah implementasi pada tahun 2012 yang meliputi penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Karakteristik IFRS :
·         Penerapan principle bae dalam semua standar
·         Principle based meliputi : memperkecil kemungkinan rekayasa keuangan, lebih mengedepankan unsur substansinya.
·         Laporan keuangan sudah tidak menggunakan hstorical cost, namun mengarah ke fair value yang lebih relevan
·         Pengungkapan lebih luas
·         Pengendalian
·         Resiko dan manfaat
Entitas pengguna PSAK berbasis IFRS adalah perusahaan go publik, entitas di bawah pengawasan Bapepam-LK, dan badan usaha milik negara (BUMN).
Analisis dampak konvergensi adalah pengukuran :
1.      Peningkatan penggunaan nilai wajar
Standar IFRS condong ke pengguna nilai wajar terutama untuk properti seperti investasi, beberapa aset tak berwujud, aset keuangan.
2.      Penggunaan estimasi dan pertimbangan profesional
Karena karakteristik IFRS lebih berbasis prinsip, akan lebih banyak dibutuhkan “judgement” untuk menentukan bagaimana suatu transaksi keuangan dicatat.
3.      Analisa laporan keuangan
4.      Bagian yang tidak terpisahkan dalam bisnis
5.      Perlakuan akuntansi dalam menyusun laporan keuangan
6.      Persyaratan pengungkapan yang lebih banyak dan lebih rinci
IFRS mensyaratkan pengungkapan berbagai informasi tentang resiko baik kualitatif maupun kuantitatif, seperti :
-          Resiko kredit, likuiditas, tingkat bunga, nilai tukar dan harga (PSAK 50 & PSAK 60)
-          Aset identifikasi dan imbalan intijensi (PSAK 22)
-          Pihak – pihak berelasi (PSAK 7)
Pengungkapan dalam laporan kuangan harus sejalan dengan data informasi yang dipakai untuk pengambilan keputusan yang digunakan oleh manajemen.
bgaimana dan mngapa perusahaan listing hrs membuat lap keu yg mengacu konvergensi IFRS
Perusahaan listing harus membuat laporan keuangan yang mengacu kepada IFRS karena Eropa mengembangkan pemakaian IFRS yang dapat digunakann di negara berkembang, dunia usaha menjadi lebih global dan mulai menyadari pentingnya membangun standar umum di segala bidang financial reporting, dan saat ini sistem IFRS telah digunakan di lebih dari 100 negara di dunia.
Implementasi perusahaan listing di Indonesia sendiri dilakukan dengan menghadapi tantangan berat pengadobsian full IFRS, menggunakan laporan keuangan yang mengacu kepada IFRS disamping menggunakan standar akuntansi yyang berlaku di Indonesia dan karena IFRS telah di akui secara global maka pelaksanaan terhadap perusahaan akan meningkatkan kepercayaan investor dan pemahaman mengenai laporan keuangan.
Dampak penerapan PSAK – IFRS terhadap standar audit di Indonesia adalah tanggal berlaku efektif entitas dengan kepentingan publik – audit atas laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013 dan entitas selain entitas dengan kepentingan publik yaitu audit atas laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2014.
Berikut hal – hal signifikan yang berdampak pada proses audit, yakni :
1.      Dokumentasi audit
2.      Audit atas estimasi akuntansi
3.      Evaluasi atas kesalahan penyajian
4.      Penggunaan pekerjaan pakar auditor
5.      Audit atas pihak berelasi
6.      Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
7.      Audit atas laporan keuangan grup